Hidayah Ibu Elis

Musibah tidak mungkin tanpa alasan, musibah yang diberikan Alloh SWT kepada setiap hambanya adalah cobaan, sehat juga cobaan, usaha lancar juga cobaan. Hidayah yang diberikan kepada Ibu Elis dimulai dengn musibah. dari musibah itu akhirnya Ibu Elis terbuka mata hatinya.
Namanya Elis (47) tahun, dia tidak menyangka apabia teman sendiri begitu tega menjeratnya dengan riba yang berlipat ganda. Keinginan untuk memiliki usaha sendiri mengantarkannya kepada seorang teman yang sanggup memberikan modal usaha kepada Elis. Maka uang 900 juta pun menggelontor ke sakunya sebagai modal awal usahanya.
Pada mulanya semua berjalan dengan lancar. Cicilan hutang yang dijalaninya via bank juga berjalan relatif lancar.
"memang kadang-kadang terlambat dari tanggal jatuh tempo, tapi saya tidak pernah menunggak." Ujar Ibu dua anak ini.
Bulan pun berganti tahun. Elis merasa hutangnya hampir lunas. Tetapi betapa terkejutnya ketika dia mengetahui bahwa hutangnya masih bertumpuk. Penasaran, wanita asal Jawa Timur ini mengecek rekening pembayaran hutangnya. Tersentaklah Elis saat itu ketika jumlah yang telah disetornya selama ini tidak mengurangi hutang sedikitpun." Angkanya sudah tembus 1,2 milyar, jika ditambah dengan mobil yang sudah tergadai, kira-kira sampai ke angka 1,5 milyar !" Ucap Elis. "Pantas saja harta saya sampai ludes untuk membayar hutang, tapi kenapa kok belum lunas-lunas?" Ujar Elis tidak percaya.
Karena sudah habis-habisan, harta rumah sudah ludes, maka nama baik merembet ke kantor tempat dia bekerja. Suaminya tidak tinggal diam, Beliau menyewa pengacara untuk menyeesaikan kasus istrinya. Melalui pengacara tersebut Elis baru tahu apabila dirinya terjerat rente bunga berbunga. Rupanya keterlambatan pembayaran mendatangan konsekwensi bunga yang berlipat ganda.
Mau tidak mau masalah ini diperkarakan lewat pengadilan dan Alhamdulillah menang. Elis pun bersyukur, walaupun kadang-kadang dia masih ditagih hutang.
Keruwetan hati Elis selama ini dicurahkan kepada instropeksi dirinya sendiri. "Ada apa dengan musibah yang telah menimpa saya?". Rupanya Elis baru sadar apabila selama ini telah bermain dengan riba. "Ternyata makan uang riba termasuk salah satu dari 10 dosa besar yang sangat dibenci Alloh SWT ."  Ujarnya. Elis anggap musibah ini sebagai suatu hidayah.
Dari hal tersebut Elis pun bertaubat, ibadahanya mulai dia perbaiki dengan melengkapi amalan-amalan sunnah dan tidak lupa menyempurnakannya dengan hak yang belum diberikannya kepada orang lain yaitu sedekah. Elis tutup mata, uang sebesar delapan ratus ribu rupiah yang tersisa dia berikan kepada lembaga pendidikan anak-anak tidak mampu dan yatim piatu. Itu adalah sedekah besar pertamanya dalam hidupnya. Selama ini Elis mengaku kurang istiqomah dalam memberi dan cenderung masih pelit.
Rupanya kepasrahan Elis dijawab Alloh SWT dengan cepat, Uang yang tertahan diluaran selama ini sedikit demi sedikit balik lagi, orang-orang yang biasa datang menagih hutang tidak datang-datang lagi. Dalam tempo tidak berapa lama sudah terkumpul uang 27 juta. Subhanalloh...Uang yang selama ini dia pikir tidak mungkin balik lagi rupanya tidak disangka-sangka pada balik dengan sendirinya.
Akhirnya dari uang yang 27 juta dia sedekahkan lagi 2 juta. "Bukan perkara 2 jutanya, tapi Alloh SWT telah memberi saya hidayah, kalau saya tidak diberi musibah mungkin saya juga masih jadi orang yang pelit sampai sekarang, tidak perduli dengan orang lain yang dalam keadaan susah."
Sudah tiga tahun Elis dan keluarganya menjalani kebiasaan barunya. Sekarang semua permasalahan sudah tuntas, harta yang dahulu ludes telah kembali. Tiga mobil yang dahlu digadaikan telah tergantikan dengan mobil yang lebih bagus. Kedua anaknya juga lancar-lancar dalam kuliahnya, bahkan yang satu sudah menjadi sarjana. " Sekarang saya juga mengelola sebuah perusahaan sendiri, seperti mimpi saja rasanya.saya telah menjadikannya sebagai habit, doakan agar saya istiqomah,,," ucapnya penuh syukur.
Subhanalloh.............

0 komentar:

Post a Comment

support