Ada seorang perempuan tua yang duduk menyepi di sudut ruangan. Teman-teman dekat Ayahnya mapupun Almarhumah Ibunya yang ditanya maupun anggota keluarga lain yang ditanya tidak mengenall perempuan paruh baya yang duduk sendiri di pojok tersebut. Akhirnya sang anak yang ditinggal mati Ibunya beranjak mendekati dan menyapa perempuan tadi,"Maaf, saya putri bungsu dari almahumah. Semua pelayat di ruangan ini tidak mengenal siapa Anda. Kalau boleh saya tahu, bagaimana Anda bisa mengenal Ibu saya?."
"Oh maaf, saya kenal dengan mendiang Ibumu," Sahut perempuan paruh baya tersebut.
Sang anak almarhumah itu kaget dan tidak bisa menehan diri untuk bertanya," Lalu, mengapa Anda hadir di sini dengan tidak masuk ke dalam seperti pelayat lain.?"
Beberapa saat kemudian perempuan paruh baya tadi bercerita tanpa diminta."Beberapa tahun silam, saya pernah mengalami masa-masa sulit. Begitu putus asa sampai-sampai saya berpikir untuk bunuh diri. Kebetulan saat itu saya sedang naik Bus Kota, dan disamping saya ada seorang wanita yang sedang asyik membaca buku. Beberapa saat kemudian, wanita itu meletakan bukunya, kemudian menoleh kepdaku dan berkata, "Sepertinya Anda sedang perlu teman bicara." Entah bagaimana, dalam hati saya merasa bahwa wanita yang tidak tahunya adalah Ibumu itu adalah wanita yang baik budi dan terbuka. Maka kutumpahkan semua kemelut yang sedang saya alami. Dalam perjalanan pulang, tanpa saya sadari kebersamaan saya dengan almarhumah Ibumu telah mendorongku untuk membuat keputusan lain. Dan keputusan itu tidak hanya mempengaruhi hidupku tapi juga orang lain." Begitu perempuan itu bercerita panjang lebar.
"Lalu apa hubunganya semua itu dengan mendiang Ibu Saya.?" Desak Putri Almarhumah tadi.
"Pada hari itu saya larut dalam persoalan saya sampai saya lupa berkenalan dengan Alamarhumah Ibumu. Saya juga tidak tahu siapa namanya. Tetapi dua hari yang lalu saya membaca berita duka di koran dan melihat foto mendiang Ibumu. Saya memang tidak mengenal Almarhumah, tetapi dua puluh menit kebersamaan kami di atas Bus Kota telah menyelamatkan hidupku. Almarhumah Ibumu seorang yang berhati mulia." Begitu ceritanya sambil tidak terasa kalau air matanya telah membasahai pipinya. "Almarhumah Ibumu seorang yang luar biasa di mata saya Nak...."
Akhirnya Si Putri Almarhumah mau tidak mau ikut mengeluarkan air mata juga. Teringat masa-masa bahagia bersama Sang Ibu. Seorang Ibu yang baik hati, tidak pernah marah apabila anak-anaknya berbuat salah, tapi mengingatkan dan memberi nasehat yang membuat anak-anaknya berbuat tanpa harus diperintah. Sorang Ibu yang membesarkan anak-anaknya tanpa pamrih. Memang budi baik tidak akan pernah mati.....
Subhanalloh....





3 komentar:
Makasih sudah berbagi cerita yang menarik dan penuh hikmah
Makasih sudah berbagi cerita yang sangat penuh hikmah, jadi kangen dengan ibu saya setelah baca cerita di atas..
nice sharing
Post a Comment