Hikmah : Penciptaan Siang Dan Malam

Kehidupan bukan kita yang punya, bukan kita yang mengendalikan. Makanya kadang kehidupan berjalan bertolak belakang dengan yang kita inginkan. Usaha kita gagal, panen kita gagal, rencana kita tinggal rencana. Lalu siapa yang punya?,,Kita sudah tahu jawabannya yaitu Alloh SWT yang memang memegang segala urusan.
Jika sudah tahu akan hal itu mestinya kita tidak jadi manusia yang gampang bersedih, marah, kecewa apalagi berputus asa. Semuanya bukan kita yang mengatur, jadi serahkan saja kepada Yang Maha Mengatur. Bila gagal sebab kita yang salah, mintalah ampun dengan taubat. Bila gagal sebab adalah ujian hendaknya kita memohon diberi keselamatan dan petunjuk.
Memang tidak gampang menerima kenyataan apalagi biasanya yang dinisbahkan sebagai kenyataan adalah hal-hal yang dipandang buruk oleh manusia. Misalnya kita kehilangan mobil, motor padahal cicilannya masih panjang, rumah kita hancur terkena musibah bencana alam seperti gempa bumi padahal belum lunas dan kebetulan tidak berasuransi, putus kuliah, dagangan bangkrut dan lain-lain. 
Disebut tidak gampang karena hal-hal seperti itu akan sangat menyebabkan kesedihan yang mendalam. dan panjang. Manusia punya rasa dan  punya perasaan. Akan tetapi apabila dipikir-pikir diterima atau tidak,, yang namanya musibah itu sudah terjadi dan kita tidak bisa memutar waktu. Hilang mobil kita menjadi marah dan sedih, kehilangan rumah satu-satunya tempat kita bernaung yang hancur rata dengan tanah ditambah dengan hilangnya anggota keluarga menjadikan kita marah, jengkel. kenapa kita yang mengalami musibah ini??. Apalagi yang akan kita lakukan kecuali mengembalikan lagi semua kejadian kepada yang maha Kuasa.
Ibarat siang dan malam, beginilah kehidupan kita berputar. Tidak mungkin kita hidup dalam suasana yang terus menerus terang. Pasti ada masa dimana suasana buram atau bahkan gelap tidak ada jalan keluar. Lalui hal-hal itu dengan hati ikhlas agar hati menjadi lapang. Bukankah ketika malam datang kita akan tahu juga bahwa esok fajar akan menjelang? dan siang akan kembali datang.
Puasa bi bulan ramadhan akan melatih kita untuk berlapang dada ketika menghadapai ujian dan penderitaan. Dalam berpuasa ketika lapar dan dahaga menyerang, kita diajarkan untuk bersabar. Toh betapapaun hebatnya rasa lapar menyerang dan rasa haus menyerang kita tahu ada ujung dimana kelak penderitaan akan berakhir yaitu ketika berbuka puasa. Dari hal tersebut kita akan mempelajari dan menghayati bahwa betatapun penderitaan yang tengah menimpa kita akan segera berakhir seiring dengan waktu dan seiring dengan pendekatan kita kepada yang Maha Mengatur Segala Urusan.
Kita harus dapat membedakan antara seseorang yang menggelapkan dirinya dengan seseorang dalam suasana gelap. Keduanya sama-sama gelap tapi ada sesuatu yang berbeda. Seseorang yang menengggelamkan dirinya sendiri dalan kehiduan yang gelap dengan terus melakukan maksiat, dirinya tidak akan tahu kapan akan datangnya terang. Tetapi kegelapan yang menimpa seseorang karena memang dirinya tahu apabila sedang dalam ujian dapat ditangkal dengan hati sabar dan ikhlas, suatu saat akan datang terang setelah datangnya kegelapan. 
Seseorang yang menjalani puasa akan menjadi saringan kualitas mental seseorang, sesorang yang dapat lolos dalam waktu 30 hari akan menjadi manusia pilihan Alloh SWT bahwa bertaburnya cobaan-cobaan dan  pintu-pintu maksiat yang ditebar oleh syetan tidak menjadikan dirinya tenggelam dalam kegelapan.

Ya Alloh, yang menciptakan siang dan malam,
engkau ajarkan melalui penciptaan siang dan 
malam ini keberanian menghadapai kenyataan hidup.
Bahwa malam akan berlalu, seiring dengan akan datangnya siang kembali.
Dan bahwa kami memang harus mempersiapkan diri bila memang malam akan datang menggantikan siang.
Ya Alloh, yakinkan diri kami, bahwa di tengah suka cita atau duka cita ada Engkau Yang Maha Melihat dan Maha menyaksikan. Dan tentunya engkau tidak akan berdiam diri

9 komentar:

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang said...

mantap bro artikelnya, keren. jadikan masa lalu tersusun rapi diperpustakaan hidup dan raihlah masa depan.

Ariyanti said...

Hhmmm... Salah satu Postingan yg bagus banget, apalagi di bulan suci ini :)

Iklan Gratis said...

semoga menjadi pribadi yang lulus ujian 'naik kelas' tahun ini .. amin ..

Iklan Baris

yuni said...

bagus banget...saya suka blognya..

jalandakwahbersama said...

Assalamu'alaikum,
Saat kita dihadapkan pada ketentuan takdir-Nya yang tidak menyenangkan, yang berupa kesulitan atau musibah, maka yang pertama kali harus kita ingat adalah, bahwa Allah SWT tidak pernah membuat kita semua menderita, kita harus meyakini bahwa pasti ada hikmah dan pasti ada maksud lain yang ingin disampaikan-Nya dibalik semua kesulitan yang menimpa, yang memang kadang butuh waktu bagi kita untuk memahaminya. Berbaiksangkalah terhadap segala ketentuan takdir-Nya, sertai juga dengan sabar dan tawakal, maka insyaAllah, segala kesulitan yang paling berat sekalipun, akan menjadi ringan. Jadi jgn kecil hati dgn ujian kesulitan yg diberikan-Nya, karena dengan ujian itu Allah SWT sedang membentuk kita. Proses pembentukan itu memang kadang terasa sulit dan menyakitkan, tetapi setelah semua proses itu selesai, kita akan melihat betapa cantiknya Allah SWT membentuk iman kita. (Dewi Yana)

pakwo said...

Salam bahagia, wah...ini benar-benar tulisan yang bermanfaat unutk pencerahan dalam menjalan kehidupan, untuk sampai pada tingkat kenyakina tersebut memerlukan suatu proses. Karena menerima apa yang tidak disenangi oleh manusia itu adalah sangat sulit. Tidak melihat dengan mata hati bukan?

Blog sharing said...

Tak bisa dipungkiri, pasti sgt berat menerima kenyataan kehilangan apapun yg kita cintai, meskipun biasanya langsung terucap innalillahi... Semua milik Allah. Ramadhan adalah momen tepat menempa sense tawakkal itu. hanya diri kita sendiri yg bisa menjawabnya..

blog sharing said...

Selamat merayakan idul fitri, Kang. Semoga kita kembali fitrah dan mendapatkan kemenangan. Amien...
.
Edwin

Javabis99 said...

Mohon dimaafkan atas segala khilaf saya.
Selamat hari raya idul fitri 1430 H. salam

Post a Comment